Category Archives: Perenungan

Knowing vs Being

Menarik utk direnungkan.

Penting untuk dibaca guru & dosen

“Sekolah *’KNOWING’* vs Sekolah *’BEING’*”

Cerita seorang teman :

Kantor kami, Perusahaan PMA dari Jepang, mendapat pimpinan baru

dari Perusahaan induknya di Jepang.

Ia akan menggantikan Pimpinan yang lama yang memang sudah waktunya untuk balik ke negaranya.

Sebagai patner, saya ditugaskan utk mendampinginya selama ia di Indonesia.

Saya menawarkan kepadanya selain perkenalan kpd relasi, juga utk melihat2 objek wisata kota Jakarta dan Bandung .

Pada saat kami ingin menyeberang jalan, teman saya ini selalu berusaha utk mencari zebra cross.

Berbeda dgn saya dan org Jakarta yg lain, dgn mudah menyeberang di mana saja sesukanya. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Perenungan

#SavePalestine

Tinggalkan komentar

Desember 15, 2017 · 8:15 am

Hidup Ribuan Tahun

Tinggalkan komentar

Filed under Perenungan

Andaikan Ini Ramadhan Terakhir

Nasehat yang selalu mnjadi pengingat d bulan Ramadhan. Tak pernah bosan dgn nasehat ini

*Mungkin Ramadhan Terakhir*
_Oleh Ust Ihsan Zainuddin,Lc_

Begitulah ia selalu. Bila waktunya tiba, ia akan datang menemui setiap perindunya.

Sudah berabad-abad lamanya. Dan ia masih saja begitu. Mengikuti kehendak Rabb-nya, ia penuh setia hadir di tengah-tengah setiap jiwa yang tak kunjung habis dahaga kerinduannya.

Dahaga kerinduan untuk melewati setiap detaknya. Samudra kecintaan demi melewati malam-malamnya yang syahdu, yang langit luasnya memantulkan setiap baris Kalamullah, yang setiap jengkal udaranya mengantarkan do’a-do’a para hamba menembus tiap lapis langit.

Sahabatku…

Begitulah ia selalu.

Hari ini, aku tak tahu apakah engkau dan aku termasuk dalam barisan kafilah orang-orang yang merindu padanya. Dulu mungkin iya, tapi entahlah sekarang. Sebab ia hanya menggoreskan makna dalam hati dan jiwa yang merindukannya. Jadi semoga saja, ia menggoreskan arti kerinduan itu dalam hatiku, dan juga hatimu. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Perenungan

33 TAHUN “HANYA” DAPAT 8 HAL

⊙Suatu hari, Imam Syaqiq Al Balkhi bertanya kepada muridnya yang bernama

Hatim Al Ashom :

 

■Imam syaqiq : “Sudah berapa lama engkau menuntut ilmu dariku?”.

 

  • “Sudah 33 tahun”, jawab Hatim.

 

■”Apa yang telah kau pelajari, selama 33 th ini?”, tanya Imam Syaqiq.

 

  • “Hanya 8 hal “, jawab Hatim.

 

■” Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun !

Kuhabiskan umurku untuk mendidikmu,

namun kau hanya mempelajari 8 hal dariku?”, Ucap Imam Syaqiq heran.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Perenungan

Ciamis Merubah Segalanya & Sebuah Kesaksian

Sebuah catatan perjalanan karena ‘CINTA PADA ILAHI’ 

Sebuah ungkapan dari lubuk hati terdalam akan ketidakrelaan ketika kalam Ilahi Robbi dinistikan

Ciamis Merubah Segalanya

By : Ahmad M. Saleh

Tadinya saya berpikir 212 akan lebih sedikit dari 411.

Tapi perkiraan saya salah, Ya… 212 kemungkinan akan lebih besar dari 411, kenapa?

Karena ada killer content bernama CIAMIS.

Orang yg paham digital marketing pasti paham apa itu killer content.

Berita Ciamis menasional dan mendunia meski “Media si itu” memberitakan cuma 80 orang saja peserta. Tapi, ini era sosial media dimana kebenaran akan terkonfirmasi dengan cepat sebagaimana hoax juga menyebar dgn cepat.

Dan aksi longmarch ribuan massa dari ciamis menuju jakarta bukanlah hoax. Dia adalah fakta gerakan berbasis ghirah pada agama dan Al-Quran – dari hati yg menyentuh hati setiap orang yg membaca. Kecuali kaum sebelah tentunya.

Killer Content itu valuenya harus dari hati dan jujur baru bisa menggerakan. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Perenungan

Catatan Jelang 40 Tahun

Bila Usia Telah Sampai 40 tahun

Allah Ta’ala berfirman :

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa : “Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim” (QS. Al-Ahqaf : 15).

Bila usia 40 tahun, maka manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke masa dewasa yang sebenar-benarnya…

Bila usia telah melebihi 40 tahun, maka manusia hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan, semakin memperbanyak bersyukur…

Bila usia telah melebihi 40 tahun, maka meningkatnya minat seseorang terhadap agama, sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Dimana banyak yang akhirnya menutup aurat dan mengikuti kajian-kajian agama. Jika ada orang yang telah mencapai usia ini, namun belum ada minatnya terhadap agama, maka ini pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia… Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Perenungan