Tumbuhan Antidiabetes

Beberapa tanaman obat telah diteliti secara ilmiah mengenai mekanisme aktifitas sebagai antidiabetes, meliputi aktifitas sebagai inhibitor α-glukosidase, menginduksi sekresi insulin dan memperbaiki fungsi insulin. Beberapa tanaman obat tersebut ada yang memiliki mekanisme pertama, kedua, ketiga atau memiliki semua mekanisme di atas. Contoh tanaman yang memiliki aktifitas sebagai inhibitor α-glukosidase adalah Pinus desiflora, Salacia oblonga, S. reticulata, S. prinoides, Aloe vera. Contoh tanaman obat dengan aktfitas merangsang produksi insulin adalah Alium sativum, A. Cepa, Tinospora crispa, Scoporia dulcis. Contoh tanaman obat yang memperbaiki fungsi insulin adalah Ipomeae batatas, Coscinium fenestatum, Androgaphis paniculata.

Adapula yang memilki kerja ganda sebagai inhibitor  α-glukosidase dan memperbaiki fungsiinsulin. Ekstrak daun Mengkudu (Morinda citrifolia) memiliki kerja sebagai inhibitor α-glukosidase dan memperlambat absorbsi glukosa. Ekstrak bunga Delima (Punica granatum) memiliki kerja sebagai inhibitor α-glukosidase dan peningkatan reseptor Insulin.

Sumber :

Subroto, A.M. (2006). Ramuan Herbal Untuk Diabetes Melitus.      Penebar Swadaya. Jakarta, 32-54.

Tinggalkan komentar

Filed under Fitoterapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s