Waspadai Bahan Kimia yang Dioplos dalam Jamu

Bila obat kimia mengobati penyakit dengan menekan gejala dan langsung membunuh biang keladinya (bakteri, virus, jamur, dll), efek jamu memakan waktu lebih lama karena lebih bersifat merangsang dan memberdayakan sistem pertahanan tubuh. Misalnya, saat kita demam karena flu; jika makan obat kimia, obat akan bekerja secara langsung menurunkan demam. Sedangkan jamu akan membangun sistem imunitas tubuh untuk melawan infeksi. Mekanisme itulah yang secara tidak langsung akan menurunkan demam. Meskipun demikian, jamu juga dapat meredam gejala.

Drugs

Beberapa jamu mengandung herba yang memiliki senyawa aktif berkhasiat tertentu. Senyawa aktif tersebut bekerja mirip obat kimia, seperti mengatasi peradangan (antiinflamasi), melancarkan air seni (diuretik), menghilangkan rasa sakit (analgesik), dan membunuh bakteri (antibakteri). Bedanya, reaksi jamu dalam meredam gejala mungkin tidak sekuat obat kimia, sehingga memerlukan waktu lebih lama dan harus dikonsumsi dengan dosis khusus. Karena waktu yang dibutuhkan oleh obat herbal jauh lebih lama untuk menghasilkan efek yang dibutuhkan, banyak produsen obat jamu menambahkan bahan kimia obat kedalam produksi jamu untuk mempercepat terjadinya efek pengobatan. Berikut ini 9 obat kimia di balik “kemanjuran” jamu palsu.

1.      Sibutramin hidroklorida

Dicampurkan dalam jamu pelangsing. Merupakan obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter, dengan dosis maksimal 15 miligram per hari. Penggunaan sibutramin hidroklorida dosis tinggi berisiko meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Tidak boleh digunakan sembarangan oleh penderita gagal jantung, stroke, dan denyut jantung yang tak beraturan.

2.      Sildenafil sitrat

Dicampurkan dalam jamu kuat pria. Obat ini lebih dikenal dengan nama patennya, yakni Viagra. Merupakan obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter untuk mengatasi gangguan ereksi. Penggunaan yang kurang tepat dapat menyebabkan gangguan penglihatan, gangguan pencernaan, sakit kepala, reaksi hipersensitif, ereksi lebih dari 4 jam, bahkan kematian. Tidak boleh digunakan oleh penderita gangguan jantung, stroke, dan penderita tekanan darah di bawah 90/50 mmHg.

3.      Siproheptadin hidroklorida

Dicampurkan dalam jamu pelangsing; merupakan obat anti-alergi. Overdosis dapat menyebabkan depresi, mulut kering, diare, dan berkurangnya sel darah putih.

4.      Fenilbutason

Dicampurkan dalam jamu pegal linu, rematik, dan asam urat. Merupakan obat jenis kortikosteroid yang berperan mengatasi peradangan. Penggunaan yang kurang tepat dapat menyebabkan mual, muntah, ruam kulit, muka sembab (moon face), bengkak tubuh karena penumpukan cairan (edema), pendarahan lambung, hepatitis, radang ginjal, gagal ginjal, dan berkurangnya jumlah leukosit (leukopenia).

5.      Prednison

Dicampurkan dalam jamu pegal linu, rematik, asam urat, dan sesak napas. Hampir sama seperti fenilbutason, prednison juga termasuk golongan kortikosteroid untuk mengatasi peradangan. Penggunaan obat yang hanya dapat diresepkan oleh dokter ini dapat menyebabkan moon face, gangguan pencernaan, gangguan tulang dan otot, osteoporosis, gangguan hormon, depresi, insomnia, glaukoma, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.

6.      Asam mefenamat

Dicampurkan dalam jamu pegal linu dan asam urat. Merupakan obat analgesik yang diresepkan oleh dokter. Menimbulkan efek samping mengantuk, diare, ruam kulit, trombositopenia (berkurangnya trombosit dalam darah), anemia hemolitik, dan kejang. Tidak boleh dikonsumsi oleh penderita tukak lambung atau usus, asma, dan gangguan ginjal.

7.     Metampiron

Dicampurkan pada jamu pegal linu dan asam urat. Termasuk jenis obat analgesik yang diserap melalui saluran pencernaan. Menimbulkan efek samping berupa mual, pendarahan lambung, rasa terbakar, gangguan sistem saraf, gangguan darah, terhambatnya pembentukan sel darah merah, gangguan ginjal, syok dan kematian.

8.      Teofilin

Dicampurkan dalam jamu sesak napas. Merupakan obat untuk melonggarkan saluran pernapasan (bronkodilator). Obat yang dulu digunakan untuk mengobati asma ini telah ditarik dari peredaran dan menjadi obat bebas terbatas karena menimbulkan efek samping yang berbahaya. Di antaranya adalah, mual, sakit kepala, insomnia, dan denyut jantung yang sangat cepat dan tidak teratur.

9.     Parasetamol

Dicampurkan dalam jamu pegal linu dan asam urat. Nama lainnya adalah asetaminofen, obat analgesik dan antipiretik (penurun panas). Dalam dosis normal, parasetamol tidak mengganggu darah, atau ginjal. Namun penggunaan dalam waktu lama dapat merusak organ hati.

4 Komentar

Filed under Fitoterapi

4 responses to “Waspadai Bahan Kimia yang Dioplos dalam Jamu

  1. siang bang.
    wah setiap pagi jam delapan aku minum jamu gendong………..itu gimana bang berbahaya tidak.Soalnya udah bertahun tahun minum jamu…..ini juga gara gara nenek yg nyuruh
    salam hangat selalu

    makasih ya bang infonya

    ======================================
    Minumnya jamu apa dulu mas n kalo selama ini tidak ada gejala2 seperti yang disebutkan di atas artinya aman2 saja. Biasanya bahan kimia tsb lebih banyak dicampurkan pada jeis jamu kemasan dan tidak memiliki registrasi oleh badan POM.
    Salam sehat selalu n lanjutkan adja kebiasaannya minum jamu gendong.
    Asal jangan minta digendong adja sama mbo’ jamunya😀

  2. hahahhaha……….justru blue maunya di gendong apalagi sama abang hehehehe
    pa cabar
    semangat
    salam hangat selalu
    =======================================
    ha….ha…..ha…..tapi maaf saya nda’ kuat ngendong
    tx atas segala komentarnya (tulisan ini sy posting salah satu alasannya karena motivasi dari blue juga, yang menyarankan untuk posting lagi)

  3. Just for nhye2 silahkan di klik linknya jurnal makara

  4. memang harus hati2 dalam memilih jamu, bukannya sembuh malah
    ngeluarin biaya besar akibat minum japal (JAmu PALsu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s